Posesif Tidak Selalu Negatif, Ini Dia Manfaatnya

Leave a comment

Oct 10, 2012 @ 10:27 by tanya gooogle

img

Banyak orang mengeluhkan sifat pasangannya yang kelewat posesif sehingga jengah akan hubungan yang dijalani. Emosi dan kekecewaan dari kedua belah pihak terus terjadi sehingga kegalauan untuk meneruskan hubungan atau tidak, berkecamuk di benak masing-masing.

Lantas, mengapa posesif bisa menjadi sesuatu hal yang begitu negatif? Adakah win-win solution untuk menjadikan sifat posesif pasangan menjadi hal yang positif dan menguntungkan hubungan? Wolipop pun berkonsultasi dengan Psikolog Zoya Amirin yang ditemui, Sabtu (6/10/2012) di Hotel Marriot, Jakarta.

“Posesif itu konotasinya negatif. Yang paling pas adalah kadar rasa memiliki yang ideal,” ujarnya. Rutinitas kecil seperti menanyakan kabar secara berkala, jangan diartikan negatif, namun anggaplah hal tersebut sebagai rasa kekhawatiran apakah kita baik-baik saja oleh pasangan.

Rasa perhatian dan sayang ini justru jarang ditemui bagi pasangan yang sudah lama bersama. Begitupula dengan ucapan selamat pagi ataupun tidur di waktu malam. Kedua ucapan yang serupa dengan menanyakan ‘sudah makan belum’ juga jangan pernah diremehkan kekuatannya menurut Zoya.

“Ritual kecil menanyakan hal yang terkesan sepele ini justru menjadi pondasi kuat hubungan lho!” jelasnya optimis. Ia bahkan banyak melihat kasus pasangan menikah yang retak hubungannya karena mereka tak lagi melakukan hal-hal kecil yang dilakukan semasa pacaran ini kepada pasangannya pasca menikah lama.

Satu hal yang pasti, rasa memiliki yang kuat satu sama lain tersirat dari tatapan mata. “Saat hubungan seks terjadi dengan suami/istri, banyak yang melupakan tatapan mata, tak hanya itu, meminta uang belanja saja tidak menatap mata suami, hal ini jangan dianggap remah,” ujar Zoya menambahkan.

Kembali pada hal-hal yang dianggap sebagai posesif, seperti gestur kecil juga kuat efeknya. Misalnya pasangan yang menuntut untuk cium tangan saat berpisah satu sama lain, atau selalu mengabari saat berganti aktivitas dan berpindah tempat bukanlah hal yang selalu negatif.

Dengan adanya update perkembangan tentang keadaan diri, pasangan akan merasa lebih tenang. Hal ini membantunya untuk tetap fokus pada pekerjaannya dan memudahkan untuk saling mengapresiasi usaha yang dilakukan untuk tetap bersama dan menguatkan rasa kasih sayang.

 

 

Sumber: http://bit.ly/UQpdrc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: