Meminimalisir resiko kanker payudara

Leave a comment

Oct 10, 2012 @ 9:58 by tanya gooogle

Penyakit ganas seperti kanker payudara, bukan hanya mengintai wanita yang memasuki usia paruh baya saja. Wanita yang masih berusia 30 tahun juga berisiko terserang penyakit silent killer ini. Oleh karena itu harus pintar pintar menjaga kesehatan bagian tubuh satu ini.

Selain berolahraga demi menjaga kekencangan payudara, ada beberapa cara lain menjaga kesehatan payudara berdasarkan usia wanita:

Usia 30-an
Di usia ini, mayoritas wanita telah memasuki fase yang luar biasa. Mereka berhasil menjadi seorang ibu, melalui masa kehamilan, persalinan, hingga menyusui buah hati. Akan tetapi, tak sedikit dari mereka yang juga mengeluhkan rasa nyeri dan timbul benjolan di sekitar payudara. Benjolan yang muncul di usia ini bukanlah kanker, melainkan tumor jinak.

Hal ini umumnya terjadi setelah lima tahun kehamilan. Oleh karena itu, jika terjadi perubahan atau benjolan pada payudara, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan ultrasonografi atau USG. Mengapa di usia ini tidak dianjurkan melakukan mammografi? Hal ini disebabkan hasil mammografi mengenai benjolan tidak akan terlihat dengan jelas.

Konsumsi kafein yang berlebihan dan pola hidup tak sehat, juga turut menyumbang munculnya gejala terkena tumor atau kanker payudara. Hal yang sepele lagi adalah kekurangan asupan vitamin B6, vitamin E, dan Vitamin B. Kekurangan nutrisi tersebut dapat mengurangi rasa nyeri payudara, terutama ketika masa Pre Menstruasi Sindrome melanda.

Usia 40-an
Payudara mulai mengendur dan jaringan kelenjar menjadi lebih sedikit sehingga menyisakan sedikit lemak di payudara Anda. Hal ini disebabkan karena kadar estrogen makin menurun.

Tentunya peluang terpapar risiko tumor atau kanker juga tetap mengintai. American Cancer Society menyarankan untuk mulai memeriksakan diri dengan melakukan mamogram dua tahun sekali atau melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri).

Selain itu, menjaga keseimbangan berat badan juga turut membantu menjaga kadar estrogen dalam tubuh. Pilihlah latihan yang membantu meningkatkan kesehatan jantung, misalnya dengan jogging atau jalan sehat. Ini untuk membantu menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Usia 50an, 60-an, dan seterusnya
Pada usia ini pula, wanita pasti sudah memasuki masa menopause. Bentuk payudara tak lagi seindah waktu Anda masih usia remaja. Payudara mulai kehilangan kolagennya serta terjadi penyusutan pada jaringan payudara.

Hal yang patut diberikan perhatian khusus adalah, ketika timbul benjolan saat menopause. Benjolan tersebut bisa menjadi tanda kanker payudara. Namun ada beberapa cara untuk menghindari dan mendeteksi munculnya penyakit berbahaya ini.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi estrogen dan progesteron selama kurang lebih tiga tahun, dapat mengurangi risiko kanker payudara. Tak hanya itu, dapat pula mengurangi gejala hot flashes, perubahan suasana hati, dan kekeringan vagina. Kedua adalah dengan melakukan mammografi, sebanyak satu tahun sekali.

 

 

 

Sumber: http://bit.ly/PV8alH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: