Menu Sehat dan Tingkat Tantangan Dalam Game

Leave a comment

Sep 27, 2012 @ 14:23 by tanya gooogle

 

Dalam daftar menu favorit saya, berbagai menu sayuran segar serta menu makanan sehat lain hingga saat ini belum masuk dalam urutan sepuluh besar (kambing bakar masih di urutan pertama).

Salah seorang sahabat yang kebetulan memiliki pandangan yang sama selalu berkata: “No pain no gain, healthy food bring no pain for they must be plain”.

Semua sedikit berubah ketika saya diundang mampir ke sebuah restoran yang mengajak (mungkin tepatnya memaksa) pengunjungnya memasak sendiri makanan yang dipilih. Mereka menyediakan berbagai paket sayuran segar, daging segar, ikan dan berbagai variasi menu sehat lainnya. Dikemas dan ditata dengan begitu menarik sehingga benar-benar menggoda selera.

Setelah kita memilih paket yang kita inginkan kita kemudian bisa merebus atau memanggangnya di meja kita. Saya sungguh menikmati semuanya — dan dengan senang hati mencoba semua sayuran dan berbagai menu sehat yang ada (walaupun mereka tidak selezat kambing bakar).

Semua orang yang datang ke restoran tersebut membayar cukup mahal, bukannya dilayani tapi malah mengambil sendiri makanan yang mereka inginkan, bahkan kemudian harus memasak sendiri menu-menu yang mungkin tidak begitu mereka sukai, dan anehnya — semua keliatan sangat menikmati.

Mengapa hal ini terjadi? Mungkin karena semua tantangan yang ada (membayar, mengambil makanan, dan memasak) didesain secara tepat sehingga begitu memotivasi kita untuk mencoba setiap menu yang ada terlepas kita suka atau tidak.

Banyak pihak yang percaya dengan potensi game sebagai sebuah media. Mereka berusaha menyampaikan berbagai informasi penting yang kadang kurang kita minati karena terlalu ‘sehat’ (info brand, promosi produk, kampaye program, materi-materi khusus) melalui game.

Sayangnya sebagian besar masih belum cukup berusaha menyajikan tingkat tantangan yang tepat agar kemudian orang-orang bisa lebih menikmati informasi yang disajikan.

Tingkat kesulitan atau tantangan dalam sebuah game menjadi sebuah unsur yang sedemikian penting hingga kemudian bisa menentukan sebuah game akan bisa dinikmati atau malah dibenci. Lebih dari itu ia juga akan menentukan apakah konten atau informasi yang ingin kita hadirkan bisa diterima dengan baik atau tidak.

Tingkat tantangan ini tentu harus disesuaikan dengan target pemain yang kita harapkan. Tingkat tantangan yang dihadirkan tidak selalu harus progressif (meningkat secara bertahap), ia bisa singular (berulang), atau bahkan dinamis. Semua pendekatan itu bisa kita sesuaikan dengan konten atau informasi yang ingin kita hadirkan.

Ketika kita mampu menghadirkan tingkat tantangan yang tepat, hal tersebut akan membangkitkan motivasi pemain untuk terus mencoba melakukan yang terbaik serta menikmati seluruh konten yang disajikan, tidak masalah seberapa ‘sehat’ konten yang kita coba hadirkan.

Terlepas bahwa rasa kambing bakar memang jauh lebih lezat, tantangan yang saya temukan di restoran itu telah memotivasi saya untuk lebih menikmati sayuran. Semoga dalam waktu dekat akan hadir lebih banyak lagi game desainer berkualitas yang mampu menyajikan menu sehat kehidupan secara menarik, sehingga kemudian akan ada lebih banyak bahagia di keseharian kita.

 

Sumber: http://bit.ly/QbLcur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: