Lingkungan Kerja ‘Sillicon Valley’ Ala Indonesia

Leave a comment

Sep 19, 2012 @ 9:11 by tanya gooogle

Bandung Digital Valley (BDV)

 

Para pengembang aplikasi dan konten digital kini bisa memanfaatkan laboratorium ‘Sillicon Valley’ ala Indonesia, Bandung Digital Valley (BDV). Dibuat senyaman mungkin, tempat ini untuk memfasilitasi pembuatan maupun pengembangan produk aplikasi atau konten digital.

Laboratorium seluas 1.200 Meter persegi ini berada di gedung R&D PT. Telkom, Bandung. Namun, laboratorium ini bukan penuh dengan peralatan dan ruangan yang kompleks, melainkan didesain dengan gaya yang dinamis.

Saat memasuki ruangan depan, di sisi kiri laboratorium ada tempat demo handset. Untuk demo contoh produk yang diinkubasi dalam handset yang ada. Di samping ruangan demo handset, deretan PC tersedia untuk demo live konten dan aplikasi.

Di seberang ruang demo live terdapat lounge. Ini merupakan ruang bagi para pengembang untuk ngobrol santai, tapi tetap fokus dalam karya mereka.

“Lounge ini kita buat seperti kafe sehingga mereka nyaman,” kata Indra Purnama, Direktur Executive BDV di Bandung, Kamis 13 September 2012. Desain lounge sekelas kafe kelas tinggi dilengkapi dengan multimedia.

Sementara ruang untuk para pengembang yang diinkubasi (tenant) berada di tengah gedung seluas 1.200 meter persegi. Ruang inkubator ini didukung dengan ruang makan di sebelah utara dan ruang konsultasi dengan para mentor dan tutor yang berada di sebelah selatan.

“Mereka para tutor selalu siap berkonsultasi, setiap hari ada tiga tutor yang stand by,” lanjutnya. Para pengembang juga telah memiliki jadwal teratur untuk melakukan pertemuan dan presentasi dengan para tutor.

Di sebelah barat disediakan ruang meeting berkode @1+ meeting dan @2++. Untuk kebutuhan makan dan beristirahat, para pengembang dimanjakan dengan ruang semacam bar di sebelah barat.

Laboratorium ini juga sudah dilengkapi dengan server dan hosting untuk mendukung pembuatan karya dan uji coba konten ataupun aplikasi. Pemisah antarruangan yang ada dibuat terbuka, sehingga memudahkan interaksi antar tenant.

Seluruh ruangan juga dihiasi dengan ornamen yang minimalis dan futuristik dengan kombinasi warga yang atraktif. Jarak antar ruangan juga menyediakan ruang yang cukup lebar sehingga membuat ruangan tampak semakin luas.

Member BDV

Anda tertarik? Indra menambahkan untuk mendapatkan fasilitas tersebut, pengembang harus menjadi member BDV.

“Untuk member harus punya prototipe dan mendaftar di website atau langsung ke sini. Member bisa memanfaatkan fasilitas secara gratis,” tambahnya. Nyatanya, sejak didirikan pada penghujung 2011, saat ini jumlah member BDV sudah mencapai 600, baik individu maupun perusahaan startup.

Pihak Telkom juga merencanakan membuat laboratorium sejenis di kota besar lainnya. “Kami akan membangun sel-sel lagi di kota lain, dan tentu di sana  disesuaikan dengan kebutuhan produk yang karakteristik daerah tersebut,” kata Senior General Manager R&D Center PT.Telkom, Tbk.

Joddy menambahkan untukmembangun laboratorium ini telah menggulirkan dana Rp1 miliar pertahun, dana ini diambil dari CSR PT. Telkom, Tbk dan setengah persen dari hasil pendapatan perusahaan.Dana tersebut termasuk penyediaan dana untuk operasionalisasi sampai para pengembang bekerjasama dengan para pemodal ventura.

 

Sumber: http://bit.ly/QQRzoH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: