Bandung Techno Park Fokus Ciptakan Paten di RI

Leave a comment

Sep 14, 2012 @ 9:23 by tanya gooogle

Sistem Ticketing bus secara online

 

Masalah pengembangan industri kreatif di Indonesia salah satunya adalah riset-riset dari perguruan tinggi tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Padahal riset di perguruan tinggi tergolong banyak.

“Riset Perguruan Tinggi besar, mereka bagus tapi tidak sampai industri. Masih belasan langkah yang perlu ditempuh, ini karena tidak ada link and match,” ujar Direktur Bandung Techno Park (BTP), Jangkung Raharjo, 13 September 2012.

Untuk menjembatani, Jangkung menjelaskan, BTP pun didirikan. Ini agar BPT bisa membantu menghubungkan tiga elemen inti dalam industri kreatif, riset akademisi, industri dan pemerintah.

Jangkung memaparkan, sebelum munculnya BTP, riset perguruan tinggi yang sampai dipatenkan hanya tiga saja. Namun setelah munculnya BTP, jumlah riset yang sampai paten meningkat. “Selama 19 tahun STT (Sekolah Tinggi Telkom) hanya ada tiga paten, sekarang kami targetkan 10 paten sampai akhir tahun ini,” ucapnya.

Paten yang sedang dikebut oleh BTP diantaranya kunci khusus untuk sepeda motor (USB Key), sistem ticketing bus secara online, antena otomatis,  smarthome (aplikasi kendali rumah dari jarak jauh), intellegent trafik systeme-journal berbasis komputasi awan,  e-parking berbasis otomatis tanpa menggunakan PC.

BTP juga sedang menjajaki peluang kerjasama industri kreatif dengan luar negeri, China, Australia dan India. “Semuanya ingin kerjasama di industri konten. Malah Cina mau merakit di sini,” ujarnnya.

Tiga Paten

Sementara itu, tiga paten BTP yang sudah keluar yaitu sistem ticketing bus otomatis, USB Key dan satunya lagi yaitu antena otomatis.

Sistem ticketing bus ini mengadopsi teknologi radar dan GPRS untuk mengurangi kecurangan tarif bus AC. Sistem ini dipasang di bus. Setiap penumpang yang melakukan perjalanan tertentu akan langsung mendapatkan print out tiket dengan biaya yang resmi.

“Begitu penumpang dapat print out tiket, sistem akan menyimpan data di SD card. Jadi sopir atau kondektur terpantau perolehan penumpangnya, data juga terkirim secara otomatis ke pusat perusahaan bus,” ujar Eko Rahayu, Sales and Application Engineeer BTP.

Sedangkan sistem GPS memberikan bantuan pelacakan posisi real time bus di perjalanan. Ini memungkinkan pengelola bus memantau dengan presisi di mana sebenarnya bus sedang melaju. Di perangkat ini berbentuk kotak. Komponennya terdiri dari printer kecil, telepon genggam jaringan GSM, panel angka.

“Telepon ini untuk keperluan komunikasi dengan kantor pusat bus, jika terjadi darurat, bisa langsung telepon,” tambahnya.

Paten USB key mempunyai solusi memberikan keamanan dengan mengubah kunci manual pada sepeda motor dengan kunci USB. Kunci ini tinggal mencolokkan pada port USB pada panel sepeda motor. Begitu USB dicolokkan, lubang kunci akan langsung langsung on secara otomatis.

“Selain pakai USB yang telah di-setting, tidak akan bisa. Soalnya USB harus sesuai. ID seri USB yang ditetapkan sudah di-setting,” jelasnya.

Lalu bagaimana jika USB yang asli hilang? Tentu harus menset ulang untuk memasukkan kode yang valid lagi.

 

Sumber: http://bit.ly/Py71UE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: