Film-film Keren Mengenai Makanan

Leave a comment

Sep 6, 2012 @ 9:30 by tanya gooogle

Konon, cinta yang paling tulus hanya bisa terarah kepada makanan. Anda boleh tak setuju dengan pernyataan ini. Tapi, cara banyak bangsa di dunia memperlakukan makanan bisa jadi pembenaran.

Dari negeri sendiri, patut disimak cara banyak suku di Indonesia meramu bermacam-macam bumbu demi menghasilkan makanan yang rasanya tak mengecewakan. Sebab, seperti kita tahu, menyediakan makanan enak adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap orang lain. Cinta, boleh dikata, berangkat dari prinsip itu.

Di dunia sinema, tidak sedikit film yang memuat kisah mengenai makanan. Beragam penggambaran diajukan dengan tak mengurangi esensi utamanya: makanan tak pernah menolak cinta.

Berikut beberapa film yang patut ditonton itu.

 

Ratatouille (2007)

Sebuah rumah makan terancam tutup karena koki andalannya meninggal. Lantas, di saat genting itu, muncul bocah pemungut sampah bernama Alfredo Linguini, dan tikus got jago masak, Remy.

Julie & Julia (2009)

Berdasar atas dua kisah nyata, Julia and Julie merupakan film ‘serius’ pertama yang bersandar pada tulisan blog. Film itu bercerita tentang masa lalu seorang koki tersohor, Julia Child (Meryl Streep) pada masa awal karier kulinernya serta kehidupan Julie Powell (Amy Adams). Powell merupakan seorang pekerja biasa yang cita-citanya mempraktikkan 524 resep buatan Julia Child dalam waktu 365 hari.

Babette’s Feast (1988)

Babette’s Feast menitikberatkan cerita pada dua bersaudara yang bekerja melayani warga desa demi menghormati mendiang ayah mereka. Babette – seorang pengungsi politik – datang ke desa itu untuk mencari atap tempat berteduh. Ia menawarkan tenaganya sebagai ganti tempat tinggal. Selepas memenangkan undian, Babette menyiapkan makanan untuk seluruh warga desa terasing itu.

Food, Inc (2008)

Film dokumenter karya Robert Kenner, Food Inc menggambarkan industri pertanian dan produksi makanan di Amerika Serikat dengan negatif. Dalam sudut pandangnya, kedua industri itu menghasilkan makanan berkualitas buruk dan tak sehat. Metode yang mereka pakai untuk menghasilkannya juga merusak lingkungan. Hewan dan orang mendapat perlakuan tak wajar.

Sleeper (1973)

Woody Allen berperan sebagai pemilik toko makanan sehat bernama Miles Monroe, yang membeku setelah menjalani bedah ringan yang tak berlangsung baik. Ia siuman pada tahun 2173 berkat upaya para pemberontak. Miles menyamar sebagai robot agar memungkinkan dirinya menyusup ke tubuh pemerintah demi membongkar suatu rahasia. Bagian yang memperlihatkan Allen bertemu makanan berukuran raksasa di masa depan sungguh patut diapresiasi.

Super Size Me (2004)

Morgan Spurlock hanya ingin menyantap makanan dari McDonald’s selama 30 hari. Jika diminta untuk mengonsumsi ukuran lebih besar, ia tak boleh menolak. Film dokumenter ini menunjukkan bagaimana industri makanan cepat saji menawarkan makanan yang buruk bagi kesehatan hanya untuk mendapatkan untung lebih besar.

Willy Wonka and the Chocolate Factory (1971)

Lupakan Johnny Depp sejenak. Gene Wilder lebih bikin cemas. Bermain sebagai Willy Wonka, Wilder memadukan kekuatan imajinasi anak-anak dan ledakan-ledakan emosi. Wonka membimbing anak-anak yang memenangkan Tiket Emas, yang didapatkan dari coklat buatannya, berkeliling pabrik coklat miliknya.

Sumber: http://bit.ly/Sg1ULS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: