Suka Main Musik Otaknya Tak Cepat Tua

Leave a comment

Aug 9, 2012 @ 14:49 by tanya gooogle

Banyak riset telah menunjukkan manfaat bermain musik dalam meningkatkan fungsi kognitif. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan Brenda Hanna-Pladdy, Ph.D, dari Emory University School, yang mengklaim bahwa individu yang mendapatkan pelatihan musik instrumental lebih dari 10 tahun, fungsi otaknya tetap tajam.

Menurut Brenda, temuan ini sekaligus mengindikasikan bahwa musik merupakan salah satu kebutuhan hidup. Dalam risetnya, ia melibatkan para musisi berusia antara 60-80 tahun untuk mengamati hubungan antara periode pelatihan musik bagi manfaat kognitif yang optimal pada orang berusia lanjut.

Hasil temuan mengindikasikan bahwa bermain musik dapat membantu memelihara fungsi kognitif orang berusia lanjut termasuk fungsi verbal dan nonverbal. Mereka yang mendapatkan pelatihan alat musik selama lebih dari 10 tahun, mendapat manfaat besar.
Menurut para ahli, ada periode waktu dalam rentang hidup seseorang di mana dapat musik membantu perkembangan kognitif. Misalnya, sebelum usia sembilan tahun, diprediksi bahwa fungsi memori verbal sudah mulai bekerja, seperti mengingat dan reorganisasi digit di kepala Anda. Sedangkan aktivitas bermain musik yang rutin dan berkelanjutan dapat memberikan manfaat yang sifatnya non-verbal seperti menentukan representasi visual dan hubungan spasial.

“Ini merupakan temuan menarik yang membuktikan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi cenderung menghasilkan cadangan kognitif yang berpotensi menunda timbulnya gejala Alzheimer atau penurunan kognitif,” kata Hanna-Pladdy.

Hanna-Pladdy menuturkan jika seseorang baru belajar alat musik saat usia pertengahan atau dewasa dan rutin bermain, maka ia tetap akan mendapatkan manfaat pencegahan penuaan otak meski tidak sebesar orang yang bermain sejak kecil.

Studi ini melibatkan 70 orang baik musisi maupun yang bukan dan dievalusi dengan melakuakn res neuropsikologi serta disurvei mengenai gaya hidupnya secara umum. Diketahui otak dari musisi ini tidak cepat tua karena memiliki nilai lebih tinggi pada tes ketajaman mental, meori verbal, daya ingat dan ketangkasan motorik.

“Musik secara alami bisa memberikan stimulasi multi-indera dan cara yang efektif untuk mengobati gangguan seperti stroke. Serta membantu melindungi otak terhadap penurunan kognitif,” ujar Hanna-Pladdy.

“Temuan ini juga menyoroti peran menjanjikan aktivitas bermain alat musik sebagai bentuk pengayaan kognitif di seluruh rentang kehidupan manusia, dan itu menimbulkan pertanyaan apakah pelatihan musik akhirnya harus dipertimbangkan sebagai bentuk alternatif pelatihan pendidikan,” jelasnya.

Hanna-Pladdy menyarankan, untuk mendapat hasil maksimal dari pelatihan instrumen musik harus dimulai sebelum usia sembilan tahun dan bermain untuk setidaknya 10 tahun. Dia juga menegaskan kembali bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk seseorang memulai berlatih musik.

 

Sumber: http://bit.ly/P6XbJX

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: