Kalahkan Kanker Prostat dengan Konsumsi Ikan

Leave a comment

Aug 3, 2012 @ 14:51 by tanya gooogle

MENGONSUMSI ikan berminyak secara teratur dapat signifikan meningkatkan ketahanan tubuh Anda terhadap kanker prostat. Hasil penelitian di Univeritas Harvard menunjukkan, pasien yang teratur mengonsumsi omega 3 dengan jumlah tertinggi antara 34 sampai 40 persen dapat meminimalisir kematian akibat penyakit berbahaya tersebut.

Menurut peneliti, risiko kanker prostat meningkat seiring pertambahan usia pria, terutama pada pria berusia di atas 50 tahun yang memiliki elemen genetik yang kuat terkait penyakit itu.

Para ilmuwan meneliti 525 pria dengan usia rata-rata 70 tahun. Peserta merupakan orang yang telah mendaftar pada studi jangka panjang ini sejak tahun 1989, setelah mereka didiagnosis menderita kanker prostat. Pasien diteliti kebiasaan dietnya, termasuk berbagai jenis lemak yang mereka konsumsi.

20 tahun berikutnya, semua pasien tersebut ditindaklanjuti dengan memantau tingkat ketahanan hidup. Hasilnya, pada Maret 2011, 222 pria tercatat meninggal karena kanker prostat, sedangkan 268 pria meninggal karena kasus lainnya.

Ketika peneliti membandingkan penyebab kematian dengan kebiasaan makan pasien, mereka menemukan, pria yang rutin memakan ikan dengan minyak tinggi, memiliki ketahanan hidup yang lebih lama dan risiko kematian karena kanker prostat berkurang secara signifikan. Peneliti kemudian menyimpulkan, makanan memiliki efek yang kuat pada perkembangan tumor pada tahap awal.

“Konsumsi ikan memiliki efek perlindungan sederhana pada risiko kanker prostat, perkembangannya, serta kemungkinan terjadinya kematian akibat penyakit lainnya. Hasil ini menunjukkan tahap awal tumor mungkin lebih responsif terhadap faktor makanan dan pola makan yang mempengaruhi prognosis setelah diagnosis kanker prostat tahap awal,” ujar peneliti.

Studi yang dilakukan University of California tahun lalu menunjukkan, minyak ikan dapat mengurangi jumlah pembagian sel dalam jaringan kanker prostat dengan cepat. Ia juga berpotensi mengurangi kemungkinan tersebarnya penyakit tersebut ke bagian tubuh yang lain. Hasil studi ini telah diterbitkan dalam American Journal of Epidemology.

 

 

Sumber: http://bit.ly/Ne9lvq

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: