Ingin Panjang Umur? Kurangi Porsi Makan

Leave a comment

Aug 3, 2012 @ 13:24 by tanya gooogle

Panjang umur dengan mengurangi porsi makan

Lupakan olahraga keras di gym, diet ketat, atau pil pelangsing. Jika Anda ingin panjang umur dan bugar, cukup kurangi porsi makan Anda sehari-hari.

Demikian nasihat dari Dr.Michael Mosley, presenter acara sains di BBC. Ia menyebutkan bahwa riset-riset yang sedang berlangsung semakin mengarah pada laju metabolisme yang tinggi (bagaimana tubuh memakai energi untuk fungsi organ), adalah faktor risiko terjadinya kematian dini.

Mosley juga mengambil contoh masyarakat Jepang dan Amerika Serikat yang sekarang melakukan diet rendah kalori cenderung berusia lebih panjang dibandingkan angka harapan hidup secara global.

“Sudah jelas bahwa penuaan adalah produk dari laju metabolisme yang tinggi yang akan berubah meningkatkan radikal bebas. Bila kita memaksa tubuh untuk membatasi kalori atau dengan berpuasa, maka tubuh akan beradaptasi dan metabolisme melambat,” katanya.

Mosley juga mengatakan ia tidak percaya pentingnya makan tiga kali sehari karena apa yang kita anggap sebagai rasa lapar terjadi karena faktor kebiasaan.

Dia menyarankan agar kita membatasi kalori sekitar 600 setiap hari atau kurang lebih setara dengan sepotong hamburger di restoran cepat saji. Selain itu berpuasa menurutnya juga sama efektifnya untuk memperlambat metabolisme tubuh.

Kedua hal itu, puasa atau membatasi kalori, akan mengurangi hormon IGF-1. Hormon tersebut sebenarnya menjaga dan memperbaiki jaringan, namun dalam kadar yang tinggi hormon ini justru memicu kanker dan penuaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Institute of Health Ageing dari Universitas College London menyebutkan mengurangi asupan kalori sampai 40 persen dari yang bisa kita makan bisa memperpanjang usia sampai 20 tahun.

“Jika Anda mengurangi asupan makan tikus di laboratorium sampai 40 persen, mereka akan hidup 20 persen lebih lama. Pada manusia itu berarti sekitar 20 tahun. Dan hal itu terbukti pada seluruh organisme, bahkan pada anjing labrador,” kata peneliti.

 

Sumber: http://bit.ly/MCfZfF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: