Kenali Penyebab & Cara Mencegah Perut Kembung

Leave a comment

Aug 1, 2012 @ 9:13 by tanya gooogle

img

Hampir sebagian besar orang pernah merasakan perut kembung. Banyak yang percaya bahwa perut kembung diakibatkan karena masuk angin atau sakit maag. Lalu apa yang sebenarnya menyebabkan gas di perut berlebih?

Penyebab dari perut kembung juga bisa bermacam-macam, seperti adanya reaksi kimia dari makanan tertentu yang dikonsumsi sehingga merangsang produksi gas berlebih di dalam usus, atau akibat gangguan pencernaan lain misalnya sindrom iritasi usus dan sembelit. Jika disebabkan oleh penyakit tertentu biasanya menimbulkan perut kembung yang kronis.

Beberapa makanan bisa menyebabkan timbulnya gas berlebih seperti sayuran (kol, kubis, brokoli, kembang kol dan kacang polong), makanan yang mengandung serat tinggi, minuman berkarbonasi, makanan yang mengandung sorbitol serta fruktosa.

Seperti dikutip dari MSN, makanan tersebut bisa menyebabkan gas berlebih karena tidak dipecah hingga makanan tersebut mencapai usus besar dan dicerna oleh bakteri. Proses ini menimbulkan lebih banyak gas dibandingkan proses pencernaan yang terjadi di usus kecil.

Kelebihan gas di dalam usus dan berdiam diri di dalam saluran pencernaan memicu perut kembung. Padahal harusnya gas-gas ini dikeluarkan sehingga tidak menumpuk di perut. Beberapa orang biasanya akan berusaha menghilangkan gas berlebih dari dalam tubuh dengan cara buang angin atau bersendawa.

Hal itu bisa membantu menjaga tekanan dalam saluran usus agar tetap rendah. Rata-rata orang akan melepaskan gas melalui kentut atau sendawa sebanyak 14 kali dalam sehari baik secara sadar ataupun tidak sadar.

Seperti dikutip dari detikheaalth, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mengatasi perut kembungnya, yaitu:

1. Melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup, salah satunya pilihlah makanan yang mudah dicerna tubuh seperti kentang, beras, jeruk, anggur serta menghindari makanan yang mengandung gas tinggi (kol, kubis, brokoli, kembang kol dan kacang polong).

2. Beberapa orang kadang memiliki reaksi berbeda terhadap makanan tertentu, sehingga ada baiknya seseorang mengenali makanan apa saja yang bisa membuat gejala menjadi lebih buruk atau baik.

3. Sebaiknya makan 6 kali sehari dengan porsi kecil dibandingkan dengan tiga kali dalam porsi besar. Karena makanan yang lebih kecil akan lebih mudah dicerna serta lebih sedikit menghasilkan gas.

 

 

 

 

Sumber: http://bit.ly/OlFqVL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: