7 Kebiasaan Buruk yang Biasa Dilakukan Oleh Workaholic

Leave a comment

Jul 30, 2012 @ 14:38 by tanya gooogle

Bagi para workaholic, pekerjaan adalah segalanya. Jadi tak heran bila mereka seringkali melupakan kebiasaan baik dan melakukan kebiasaan buruk yang membuat hidup mereka semakin tidak sehat.

Seperti yang diungkapkan oleh George Griffing, MD, profesor penyakit dalam di Saint Louis University, pekerja keras dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan. “Banyak orang bekerja keras untuk mencapai kesuksesan finansial. Namun, tekanan yang tinggi dari pekerjaan dan jam kerja yang terlalu lama sebenarnya dapat mengancam kesehatan Anda dalam jangka waktu panjang,” ungkapnya, seperti dikutip dari Times of India.

Mereka yang gila kerja, sering melakukan hal-hal buruk yang membuat kesehatan mereka menurun dari hari ke hari. Berikut adalah tujuh kebiasaan buruk seorang ‘workaholic’ yang harus dihilangkan:

1. Lupa untuk bersantai
Melewatkan waktu bersantai dapat menyebabkan stres. Tingkat stres yang tinggi membuat seseorang menjadi tidak produktif. Padahal jika Anda mau meluangkan waktu untuk bersantai sejenak, Anda bisa lebih waspada dan termotivasi.

2. Tidak makan sehat
Antara rapat, panggilan konferensi dan deadline kerja seringkali membuat Anda memilih makanan cepat saji yang tidak bergizi. Tak hanya melewatkan makan sehat, biasanya penggila kerja juga makan dalam keadaan yang tergesa-gesa. Makan secara tergesa-gesa membuat nutrisi tidak terserap dengan baik oleh tubuh.

Luangkan waktu untuk memilih menu makanan sehat dan makanlah dengan tenang. Makan dengan keadaan santai dan tidak terburu-buru membuat kandungan gizi makanan yang dikonsumsi akan mudah diserap oleh tubuh dan membuat seseorang lebih produktif, terutama untuk menciptakan gagasan cemerlang.

3. Menunda tidur untuk bekerja
Seorang profesional super sibuk pun tetap perlu istirahat sebanyak tujuh hingga sembilan jam waktu tidur setiap malamnya. Kehilangan waktu tidur dapat menyebabkan iritabilitas, kesulitan dalam berkonsentrasi dan masalah memori. Kondisi tersebut juga dapat memicu obesitas.

4. Tidak ada waktu untuk berolahraga
Kebiasaan lain yang sering ditinggalkan pekerja keras adalah olahraga. Padahal dengan berolahraga akan menambah vitalitas yang dapat berpengaruh baik bagi kesehatan jangka panjang. Sebaiknya, berolah ragalah sedikitnya 30 menit setiap harinya.

5. Tetap bekerja meskipun sakit
Banyak orang datang ke kantor untuk bekerja meskipun sakit. Ada tiga alasan penting mengapa Anda harus di rumah saat sakit. Pertama jika Anda pergi ke kantor, Anda akan menularkan penyakit ke rekan kerja lainnya. Kedua, Anda sudah pasti menjadi kurang produktif dan ketiga, Anda perlu istirahat untuk mengembalikan kondisi tubuh untuk bisa bekerja lebih baik setelah pulih.

6. Terlalu banyak konsumsi kopi
Saat bekerja seringkali Anda minum kopi untuk menghilangkan kantuk. Hindari meminum kopi lebih dari 3 cangkir setiap harinya. Mengonsumsi kopi secara berlebihan dapat menyebabkan hipertensi, jantung berdebar dan insomnia.

7. Melewatkan pemeriksaan kesehatan tahunan
Orang yang sibuk seringkali tidak menyempatkan untuk memeriksakan kesehatan secara berkala. Padahal Check up kesehatan yang teratur penting dilakukan untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Hal ini berguna agar mendapatkan perawatan yang terbaik jika terbukti memiliki kondisi tubuh yang kurang sehat. Anda pun perlu mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh.

 

 

 

Sumber: http://bit.ly/NDbaal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: