Jika Dimusuhi Orang Sekantor

Leave a comment

Jul 24, 2012 @ 14:30 by tanya gooogle

Siapa pun pasti tidak mau jadi orang yang dimusuhi atau dibenci. Jika saat ini kita berada dalam posisi itu, pasti ada penyebabnya. Untuk mengetahui penyebabnya, salah satu langkah yang harus dilakukan adalah Introspeksi diri.

Sayangnya, ketimbang introspeksi diri, banyak orang yang justru sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. Contohnya saja, saat di kantor terjadi sesuatu yang tidak sesuai target dan harapan, orang cenderung langsung menuding orang lain. Misalnya mengatakan, “Dia sih enggak begini, jadi hasilnya begitu, deh.” Orang lupa bahwa dirinya pun punya andil dalam kegagalan yang terjadi.

Begitu juga jika saat ini kita sedang tidak disukai atau dijauhi teman kerja. Menyalahkan orang lain tentu gampang. Tapi apakah itu akan membawa perbaikan? Tentu tidak. Karena itu, stop menyalahkan orang lain atas situasi yang terjadi. Kini saatnya untuk melihat ke dalam diri sendiri, menelaah perilaku sekaligus sikap kerja selama ini.

Mengubah kepribadian bukan berarti lemah, lho. Tidak berarti pula kita pribadi tak berharga. Sama sekali bukan. Perubahan itu justru menunjukkan kemampuan untuk memperbaiki diri. Kalau kita bisa dan mau memperbaiki diri, pasti akan terbuka peluang lebih besar untuk sukses di dalam karier. Bahkan bukan hanya di karier, tapi juga dalam kehidupan sehairi-hari.

Stop berusaha terlalu keras
Banyak faktor yang bisa membuat kita tidak disukai. Contohnya, ada orang yang pada dasarnya memang sulit dibuat senang. Sebaik apa pun perlakuan kita, dia tidak membalasnya. Bahkan, perlakuannya pada kita lebih buruk lagi. Ini tentu menyakitkan hati. Kita tersenyum manis, mereka malah melengos. Apa yang kita lakukan selalu salah. Kita sudah bersusah payah menggunakan tutor bahasa yang lembut, orang lain malah selalu memakai nada-nada tinggi saat berbicara.

Dalam kondisi seperti ini, sebenarnya wajar saja kalau kita kemudian menganggap orang-orang itulah yang bermasalah di kantor. Orang-orang itulah yang berperilaku buruk. Bisa jadi anggapan itu benar. Tapi masalahnya di sini bukan perilaku orang lain, tapi perilaku kita. Yang perlu dipertanyakan adalah apa yang bisa kita lakukan dengan perilaku diri sendiri?

Jawabannya: berhentilah berusaha begitu keras menyenangkan orang lain. Berhenti berusaha menyenangkan orang lain bukan berarti jadi bersikap menyebalkan, lho. Lebih baik bersikap tidak peduli. Dengan catatan, tetap pelihara sikap profesional dan tidak mengorbankan pekerjaan.

Mundur sejenak
Ingat, kalau mampu mengambil jarak dari objek tertentu, kita malah bisa melihat objek tersebut secara lebih menyeluruh, dengan tampilan gambar yang lebih jelas dan jernih. Begitu juga dengan situasi di kantor yang tidak kondusif saat ini. Tanyakan pada diri sendiri apakah selama ini Anda tulus dengan kata-kata dan tindakan Anda? Bisakah orang lain merasakan ketulusan Anda? Apakah Anda melakukan hal-hal menyenangkan tanpa mengharapkan imbalan apa pun dari orang Ian?

Satu hal yang perlu diketahui, orang-orang yang tidak suka pada kita, atau yang membuat hidup kita tidak menyenangkan di kantor sebetulnya guru yang akan membantu kita dalam memperbaiki sikap kerja. Secara tidak langsung, sebenarnya mereka mengajarkan pada kita bagaimana caranya introspeksi diri.

Sayangnya, kita mungkin sudah terburu-buru menyimpulkan tak ada yang salah dengan diri sendiri. Orang lainlah yang salah. Kalau pun memang demikian, bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan. Cobalah mundur sejenak supaya kita bisa benar-benar jujur meneropong diri sendiri. Analisislah hal-hal yang telah kita lakukan dan katakan selama ini. Dengan melakukan introspeksi, kemungkinan besar Anda akan menemukan hal-hal yang bisa diperbaiki, baik itu berhubungan dengan sikap, kemampuan, pemikiran, dan lain-lain.

Dari instropeksi yang dilakukan itu, sikap kerja kita di kantor pun bisa berubah ke arah yang lebih baik lagi. Perlahan tapi pasti, orang-orang yang tidak suka pada kita akan mengubah sikapnya, dan memperlakukan kita dengan lebih baik.

Tentu saja, masalah-masalah yang terkait sikap kerja bukan hal mudah untuk dipecahkan, meski bukan pula hal yang mustahil. Dalam banyak kesempatan akan jauh lebih balk bila kita mulai membenahi diri sendiri. Ingat-ingatlah saat pertama kali memasuki kantor baru dengan perasaan gamang. Anda pasti akan dibayang-bayangi pikiran, “Duh, gimana saya bisa melewati semua ini?” Nyatanya toh dengan menunjukkan sikap yang tepat dan bimbingan banyak orang, semua bisa berjalan dengan baik.

Jadi ingatlah, kalau bisa membawa diri secara benar, memutuskan untuk segera memperbaiki diri dan bukan hanya menunggu situasi yang berubah, perlahan tapi pasti, suasana kerja akan jadi lebih menyenangkan.

 

 

 

Sumber: http://bit.ly/MF04lc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: