Dokter itu bernama Twitter

Leave a comment

Jul 19, 2012 @ 8:32 by tanya gooogle

Anda pernah melakukan posting Twitter tentang keluhan kesehatan Anda? Ternyata Anda tidak sendirian. Sebagian besar pengguna Twitter di seluruh dunia pernah melakukan hal yang sama. Dan hal ini dijadikan subjek penelitian oleh ilmuwan komputer di Universitas John Hopkins Amerika Serikat seperti yang dilaporkan pada socialmediatoday.com. Mereka berharap dapat menemukan issue baru tentang kesehatan masyarakat yang diwakilkan oleh para pengguna Twitter ini. Dan ternyata ada fakta-fakta menarik yang mereka temukan dari hasil penelitiannya.

Berdasarkan data sebanyak hampir 1,5 juta posting Twitter yang mereka pelajari – seluruhnya berhubungan dengan kesehatan pengguna Twitter selama tahun 2009 dan 2010 – mereka  menemukan bahwa pada umumnya, orang-orang melakukan diagnosa dan perawatan sendiri saat mereka sakit yang kebanyakan tidak tepat. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengkonsumsi obat yang juga tidak benar dan tidak sesuai dengan penyakit mereka.

“Twitter menunjukkan adanya kesalahpahaman medis yang serius. Kami menemukan beberapa orang mem-posting bahwa mereka mengkonsumsi antibiotik untuk menyembuhkan flu mereka. Akan tetapi antibiotik tidak menyembuhkan flu, yang disebabkan oleh virus, dan perilaku ini justru berkontribusi pada masalah resistensi antibiotik yang lebih besar.” kata Michael J. Paul, seorang mahasiswa PhD yang ikut membantu penelitian ini.

Anda bisa bayangkan, para pengguna Twitter cenderung mengobati keluhan penyakit mereka dengan sarana penyembuhan yang tidak tepat, dan mempostingnya di Twitter. Bagaimana jika ada pembaca posting yang meyakini dan menganggap hal tersebut benar merupakan solusi yang tepat untuk diaplikasikan pada dirinya sendiri? Tentu Anda tidak ingin hal tersebut terjadi pada Anda bukan?

Jika dilakukan dengan cara yang tepat, sebenarnya media Twitter ini bisa dijadikan sumber informasi kesehatan bagi masyarakat luas, mengingat bagaimana selama ini penggunanya bisa dengan cepat berinteraksi pada topik apapun. Oleh karenanya, ini saat yang tepat bagi para dokter atau praktisi kesehatan yang berkompeten dibidangnya untuk ikut terjun dalam dunia media sosial ini untuk meluruskan penyimpangan yang mungkin terjadi dan beredar di media ini.

Seperti salah satu akun yang dimiliki oleh Dr Christian Jessen (@DoctorChristian) and Dr Chris Steele (@DrChrisSteele) di Amerika Serikat. Mereka memberikan pelayanan informasi seputar kesehatan dan solusi bagi keluhan kesehatan para followernya. Dengan mendapat informasi yang tepat dari profesional yang kompeten dibidangnya, bukan saja masyarakat diuntungkan dengan solusi yang terbaik untuk keluhan kesehatannya, mereka juga dapat memperolehnya dengan gratis, dan terbuka bagi siapa saja. Akan tetapi yang perlu diingat, untuk keperluan emergency memang Twitter bukan tempat yang tepat, akan tetapi untuk saran kesehatan yang terbaik untuk kehidupan sehari-hari Anda, media ini mampu untuk menyediakannya.

Masih berdasarkan penelitian mereka, dengan hasil ini bisa juga dilihat tren medis yang sedang terjadi di masyarakat. Misalnya dengan melacak posting Twitter yang menyebutkan kata sakit flu, akan didapat tren waktu-waktu banyak terjangkitnya penyakit tersebut. Atau mungkin tren kondisi kesehatan yang lain dan bahkan wilayah penyebarannya. Hal ini membuktikan bahwa masih banyak informasi yang bisa digali dari perilaku pengguna media sosial ini yang dapat bermanfaat positif bagi penggunanya. Bagaimana dengan Anda? Sudah pernah mendapatkan informasi kesehatan melalui akun Twitter Anda?

 

 

 

 

Sumber: http://bit.ly/Q8CQnO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: