‘Ear candling’, berbahaya bagi telinga

Leave a comment

Jul 16, 2012 @ 9:19 by tanya gooogle

Beberapa waktu lalu, perawatan kecantikan dihebohkan dengan sebuah tambahan ‘menu’ perawatan terbaru yang diyakini juga dapat menyehatkan kesehatan telinga. Namanya perawatan ear candling.

Perawatan ini menggunakan sebuah lilin yang berbetuk lembaran, kemudian diletakkan pada telinga untuk dibakar. Yang didapatkan dari pembakaran tersebut adalah banyaknya kotoran-kotoran yang ikut tersaring bahkan dari bagian telinga yang sangat dalam sekalipun. Perawatan ear candling ini banyak dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti sinusitis, vertigo, insomnia, hingga penyakit yang berhubungan dengan pendengaran.

Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya apa yang dinamakan ear candling ini justru berbahaya bagi kesehatan, terutama kesehatan telinga?

Menurut dr. Sosialisman, Sp. THT (K), dokter spesialis kesehatan telinga menuturkan bahwa anggapan banyak orang yang menyebutkan bahwa dengan ear candling dapat menyembuhkan berbagai penyakit adalah salah. “Khasiat ear candling tidak terbukti dari sisi medis. Kalaupun untuk menarik serumen bukan seperti itu caranya.” terangnya.

Serumen merupakan substansi alami yang biasa ada di dalam lubang telinga dan biasa dihasilkan di sepertiga liang telinga bagian luar. Di bagian tersebut juga ditumbuhi rambut-rambut halus yang berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang masuk.

“Namun, perlu digarisbawahi bahwa serumen tidak dimaksudkan sebagai pengganggu, justru sebagai bentuk proteksi terhadap benda-benda asing yang akan masuk ke dalam telinga,” tambahnya.

Hal tersebut disetujui oleh dr. Soekirman Sukin, Sp.THT-KL(K), M.Kes, dokter spesialis THT-Bedah Kepala Leher RS Khusus THT-Bedah Proklamasi, Jakarta, yang menyatakan bahwa asap yang keluar dari hasil pembakaran ear candle selama di telinga pun akan masuk hingga ke telinga bagian tengah maupun dalam, namun hanya bekerja di daerah telinga luar, sehingga tidak akan mungkin dapat menyembuhkan berbagai penyakit serius.

 

 

 

Sumber: http://bit.ly/OwQOJV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: