50/50, Kala Hidup Berubah 180 Derajat

Leave a comment

May 30, 2012 @ 3:33 by tanya gooogle

Drying up in conversation,
You will be the one who cannot talk
You”re turning into something you are not
Don”t leave me high, don”t leave me dry…

Senandung suara Thom Yorke, vokalis Radiohead, membuka film 50/50. Pembuka film dengan adegan mengantarkan Adam Lerner (Joseph Gordon-Levitt) keluar rumah sakit, meninggalkan kehidupan lamanya bersama sebuah vonis: kanker Neurosarcoma. Tumor ganas yang menyerang jaringan saraf.

50/50 adalah kisah nyata si penulis naskah, Will Reiser. Di usia 20-an tahun, dokter mendiagnosis Reiser mengidap kanker berjenis langka. Padahal, dia tidak merokok, minum alkohol, atau memakai obat-obatan terlarang. Reiser marah dengan kondisinya. Adam Lerner pun begitu gusar dengan penyakitnya.  Namun dia tidak mampu mengungkapkan amarah atau mengubah keadaan.

Lerner mulai terisolasi dari lingkungannya. Ia tidak lagi berteman dengan orang seusianya, tapi bersama pasien kanker yang umurnya dua-tiga kali dari mereka.

Sekilas 50/50 merupakan film drama yang isinya sedih melulu. Namun jangan salah. Di bawah arahan sutradara Jonathan Levine, film berdurasi 100 menit ini beralih menjadi rentetan adegan yang kocak. Apalagi sahabat Adam Lerner, Kyle (Seth Rogen), kerap melakukan kekonyolan. Seperti menjadikan penyakit Lerner sebagai bahan pdkt ke cewek, membuat si perempuan tersentuh dan menganggap Kyle lelaki baik karena perhatian dengan Lerner.

Akan tetapi, seperti pada film Amerika pada umumnya, penulis naskah kerap menyelipkan kisah cinta si tokoh utama dalam konflik. Di 50/50, meskipun kemungkinan hidup Lerner cuma 50 persen, dia masih menyempatkan diri mengurus pacar dan perempuan yang dia suka.

Yang menarik: gaya cool Kyle yang tidak pernah menunjukkan kesedihan akan penyakit sahabatnya. Dia selalu menyemangati Lerner dan membuat segalanya menjadi semacam humor. Membuat geli penonton. Di baliknya, dia begitu peduli dengan kesehatan Lerner. Diam-diam Kyle mencari tahu tentang kanker yang menggerogoti teman sepermainannya itu.

Berpengalaman main di 10 Things I Hate About You, (500) Days in Summer, dan Inception membuat Gordon-Levitt cukup piawai melakoni peran pasien kanker. Pasrah akan keadaan, marah yang tertahan, tapi tak putus asa. Yang paling keren, Gordon-Levitt mau membabat rambutnya sendiri di depan kamera.

Untuk soundtrack film, pengarah musik Michael Giacchino tidak cuma menyisipkan alunan nada gubahannya, tetapi juga lagu lawas seperti To Love Somebodymilik Bee Gees atau nyanyian Liars berjudul The Other Side of Mt. Heart Attack yang melatari ibu Lerner, Diane (Anjelica Huston) waktu melepas anak semata wayangnya ke ruang operasi. Dimasukkannya lagu yang tak asing di kuping itu membuat penonton ikut merasa sesak dada.

“If you want me to stay, I will stay by your side. I won’t run far, I can always be found,” begitu lirik lagu Liars ketika Diane merengkuh Lerner dalam pelukannya.

Sedu dan lucu, begitulah 50/50. Babak sedih beralih ke jenaka. Tawa penonton berubah isakan malu-malu.

50/50
Genre: Drama komedi
Sutradara: Jonathan Levine
Produser Evan Goldberg, Seth Rogen
Penulis naskah: Will Reiser
Pemain: Joseph Gordon-Levitt, Seth Rogen, Anna Kendrick, Bryce Dallas Howard, Anjelica Huston

 

Sumber: bit.ly/M4VNqG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: