Jenis Bahan Makanan Rentan Bakteri

Leave a comment

Apr 10, 2012 @ 1:56 by tanya gooogle

Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa setiap tahun, satu dari enam penduduk mengalami sakit atau bahkan meninggal akibat konsumsi makanan terkontaminasi bakteri, demikian dikutip darigoodhousekeeping.

Tahukah Anda, beberapa jenis bakteri mematikan itu terdapat pada makanan yang sering kita konsumsi. Mungkin masih banyak di antara kita yang mengabaikan ini karena menganggap makanan yang telah dimasak sudah bebas bakteri.

Namun, pada bahan makanan tertentu mempunyai aturan sendiri dalam batasan suhu saat memasak, cara penyimpanan, cara mencucinya, bahkan mencari tahu asal habitat hidupnya.

– Kecambah
Biji- bijian tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang lembab. Ini yang menarik bagi bakteri escherichia salmonella untuk turut berkembang bersama. Pada musim semi tahun lalu, di Jerman merebak wabah ini. Untuk mengurang risiko, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi kecambah mentah yang ada pada salad, sandwich, dan sayuran lainnya. Atau pastikan kebersihannya sebelum mengkonsumsi.

– Kerang
Jenis kerang apapun mudah sekali terkontaminasi bakteri parasit yang mematikan. Sebelum membeli, cari tau terlebih dahulu sumber penangkaran kerang tersebut. Begitu juga dengan proses pengolahannya.

– Telur
Meski terbungkus dalam cangkang yang tebal, tidak berarti telur lantas bebas bakteri. Bakteri salmonella tetap mengancam telur- telur ini. Saat membelinya di supermarket, pilih kulit telur yang bersih dan bebas dari bercak- bercak kotoran. Kemudian cuci bersih dengan air mengalir, dan segera simpan di lemari es. Tips aman saat memasak telur adalah memastikan bagian kuning telur benar-benar matang, meski banyak yang meyakini telur setengah matang berkhasiat bagi kesehatan.

– Susu
Untuk mengonsumsi susu, hindari produk susu yang tidak melalui proses pasteurisasi. Bakteri yang masih hidup dalam susu dapat menyebabkan penyakit yang berpotensi menular untuk tubuh, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kekebalan tubuh kuat, wanita hamil, orang tua, dan juga anak-anak.

– Daging Sapi
Daging sapi ini juga sangat potensial terkontaminasi bakteri E coli. Anda harus memastikan warna daging yang segar saat membelinya, bukan kecoklatan. Kemudian simpan daging sapi dalam suhu dingin. Begitu juga dengan pengolahannya yang harus melalui suhu panas 160 derajat Fahrenheit.

– Daging unggas
Jenis unggas, seperti burung dara, ayam, dan kalkun sering memang menjadi menu favorit di rumah. Frekuensinya mungkin lebih banyak dibanding daging sapi. Namun, tahukah bahwa jenis unggas ini sering menjadi sarang bakteri.

Jika Anda sering menyiapkan menu daging dan unggas di rumah, jangan pernah mencampur keduanya. Bahkan juga disarankan tidak menggunakan wadah yang sama saat mencuci, ataupun talenan yang sama ketika memotong dua jenis protein hewani itu.

 

Sumber: bit.ly/HPCRbV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: